Logo Bisnis Otomotif
Senin, 26 September 2016

Tahun Depan VW Perbaiki Mobil Diesel Bermasalah Di Eropa

Yusran Yunus Kamis, 22/09/2016 10:19 WIB
Tahun Depan VW Perbaiki Mobil Diesel Bermasalah di Eropa
Volkswagen
Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Manufaktur otomotif papan atas asal Jerman, Volkswagen (vw), berjanji akan memperbaiki seluruh kendaraan yang telah terpasang perangkat lunak mesin yang telah dilarang karena menghasilkan emisi racun Nitrogen Oksida (NOx) di Eropa pada musim gugur 2017 mendatang.

Hal tersebut sesuai dengan kesepakatan dengan pihak Uni Eropa melalui pertemuan antara Consumer Commissioner, Vera Jourova, dengan Dewan Direksi Volkswagen Fransisco Javier Garcia untuk memastikan pihak VW telah melakukan perbaikan yang cukup untuk seluruh konsumen yang terkena dampak tersebut.

Juru bicara VW Christian Wigand menyatakan, "Kami berkomitmen akan menyelesaikan perbaikan pada musim gugur 2017 mendatang."

Berdasarkan pengakuan pihak VW, lebih dari 11 juta unit kendaraan diesel miliknya yang tersebar ke seluruh dunia telah dipasang perangkat lunak yang tidak dapat mendeteksi pengendalian polusi.

Para pejabat Uni Eropa telah menyerukan kepada pihak produsen ternama tersebut untuk memberikan kompensasi lebih kepada para konsumennya di Eropa dikarenakan pihak VW sebelumnya telah menggelontorkan dana kompensasi senilai US$15 miliar untuk konsumen di AS sehingga dianggap hal tersebut tidak adil.

"Volkswagen berkomitmen untuk rencana perbaikan dari Uni Eropa saat ini, yang merupakan langkah penting menuju perlakuan yang adil untuk para konsumen," jelas Jourova dalam sebuah pernyataan.

Perbaikan tersebut mencakup sejumlah model VW bermesin 1,2 liter dan 2.0 liter yang membutuhkan pembaruan perangkat lunak pada sistem pengendalian polusi dan sekitar 3 juta model lainnya bermesin 1,6 liter membutuhkan perangkat untuk dipasangkan di dekat filter udara.

Apps Bisnis.com available on:    
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!
Nikmati sajian berita terkini Bisnis Indonesia versi epaper DI SINI.
more...