PENURUNAN PAJAK SEDAN: Pemerintah Minta Gaikindo Susun Kajian

Kementerian Perindustrian dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah sepakat untuk menyusun kajian terkait penurunan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBm) untuk sedan kecil.
Tegar Arief | 19 Agustus 2016 17:45 WIB
BMW Z5 - Ilustrasi

Bisnis.com, TANGERANG - Kementerian Perindustrian dan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) telah sepakat untuk menyusun kajian terkait penurunan pajak penjualan atas barang mewah (PPnBm) untuk sedan kecil.

Kajian sepenuhnya diserahkan kepada Gaikindo. Kementerian Perindustrian akan melakukan tindaklanjut dan mengupayakan ke Kementerian Keuangan setelah hasil kajian itu rampung.

"Kami menunjuk akademisi untuk melakukan kajian. Jadi bukan Gaikindo, tapi pihak ketiga," kata Ketua Umum Gaikindo Yohannes Nangoi di Tangerang, Jumat (19/8/2016).

Kemungkinan, Gaikindo akan menggandeng ekonom Universitas Indonesia untuk melakukan kajian ini. Adapun penurunan yang diinginkan adalah PPnBm sedan kecil menjadi 10% dari sebelumnya yang sebesar 30%.

Tarif 10% ini setara dengan PPnBm yang dikenakan untuk kendaraan jenis multi purpose vehicle (MPV). Penurunan tarif diyakini akan memperbesar konsumsi kendaraan sedan.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan mengatakan pemerintah juga akan mempertimbangkan untung rugi dari permintaan Gaikindo itu.

Dengan terpangkasnya pajak, kata dia, maka pendapatan negara akan berkurang.

"Makanya kami minta Gaikindo susun kajian, agar bisa mempertimbangkan apa yang diusulkan," ujarnya.

Tag : mobil sedan
Editor : Nancy Junita
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top