Pasar Mobil Penumpang 2015, LMPV Tetap Mendominasi

Pasar mobil kelas penumpang pada 2015 dinilai pelaku usaha tak akan banyak berubah dari tahun lalu, dengan dominasi segmen low muti purpose vehicle dan segmen city car yang terbantu low cost green car
Lingga Sukatma Wiangga | 07 Januari 2015 19:37 WIB
Toyota Avanza Veloz - Toyota.com

Bisnis.com, JAKARTA - Pasar mobil kelas penumpang pada 2015 dinilai pelaku usaha tidak akan banyak berubah dari tahun lalu, dengan dominasi segmen low multi purpose vehicle dan segmen city car yang terbantu low cost green car.

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) setidaknya mengklasifikasikan kendaraan penumpang ke dalam 8 segmen besar.

Data terakhir Gaikindo menyebut penjualan secara wholesales pada periode Januari-November 2014, segmen kendaraan penumpang terbanyak adalah low multi purpose vehicle (LMPV) yang mencapai 341.840 unit dengan 10 pemain.

Kendaraan penumpang dengan penjualan terbanyak kedua adalah segmen city car yang di dalamnya tergabung low cost green car (LCGC) yang mencapai 201.831 unit dengan 24 pemain. Sedangkan LCGC sendiri penjualannya pada periode yang sama mencapai 159.905 unit dari 5 pemain.

Peringkat ketiga penjualan terbanyak adalah segmen MPV dengan 77.996 penjualan dari 10 pemain. Berikutnya berturut-turut adalah segmen hatchback yang mencapai 53.353 unit dari 30 pemain, low sport utility vehicle (LSUV) dengan 50.881 unit penjualan dari 6 pemain.

Segmen SUV mencapai 50.337 unit dari 22 pemain. Segmen sedan 21.146 unit termasuk taksi, sedangkan high MPV mencapai 6.548 unit. Total pasar mobil pada periode yang sama termasuk kendaraan niaga mencapai 1,129 juta unit. Di sisi lain pelaku usaha memprediksi pasar pada 2015 cenderung stagnan akibat pelambatan ekonomi

Menurut Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) yang menjadi pemain terbesar di pasar otomotif Tanah Air, pasar pada 2014 secara komposisi per segmen tidak akan berubah signifikan. Hal tersebut dikarenakan setiap segmen sudah mewakili kebutuhan konsumen yang sudah terpetakan.

Samulo tidak setuju terhadap sebagian pelaku usaha yang menyatakan pada 2015 segmen LCGC akan kembali tumbuh signifikan, atas jawaban terhadap kebutuhan kendaraan yang relatif murah dan irit bahan bakar di tengah ekonomi yang melambat.

Menurut Samulo, kontribusi LCGC akan tetap di kisaran 13%-14% terhadap total pasar mobil.

Sebagai gambaran Gaikindo pada 2014 sempat memperkirakan LCGC akan terjual sekitar 120.000 unit hingga tutup tahun. Hingga periode Januari-November LCGC berkontribusi sekitar 14,2% terhadap total pasar mobil.

“Tahun ini tidak banyak bergerak, artinya pasar tidak akan banyak  berubah. Kita berbicara komposisi pasar, ini melihat kebutuhan masyarakat itu sendiri yang sudah terwakili segment by segment,” kata Samulo.

General Manager Marketing Strategy and Communication Division PT Nissan Motor Indonesia (NMI) Budi Nur Mukmin mengakui hal yang sama. Menurut dia, setiap segmen sudah memiliki kategori pasar masing-masing sehingga sukar berubah.

Budi menyatakan jika pun ada segmen tertentu yang bertumbuh, hal itu sifatnya tidak signifikan. Pada 2015 Budi menyebut LCGC dan segmen crossover yang dimasukan Gaikindo ke dalam segmen LSUV diperkirakannya pula akan bersinar karena terkait efisiensi yang kian dicari konsumen.

“Perubahan pasar tahun ini gak ada. Hanya feeling saya mobil dengan engine kecil akan diminati,” tutur Budi kepada Bisnis dalam kesempatan berbeda.

Budi menambahkan, komposisi otomotif Indonesia dengan dominasi LMPV pun seolah sudah menjadi peta bisnis para prinsipal. Di kawasan Asia Tenggara, tergambarkan bahwa Indonesia menjadi basis produksi bagi MPV. Sedangkan Thailand kuat akan produksi sedan dan double cabin

Davy J Tuilan, 4W Sales Marketing and DND Director PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan segmen LMPV dan city car dengan kontribusi LCGC akan selalu menempati tempat teratas. Oleh karena itu pihaknya pada 2015 memfokuskan pada produk andalan mereka di segmen LMPV dan LCGC.

“LMPV pada 2014 turun penjualannya kecuali yang baru (Mobilio). 2015 persaingan akan seru banget. Yang baru tersebut pada 2015 akan kehilangan elemen kebaruannya. Itu baru kompetisinya aple to aple, menarik kompetisinya,” ucap Davy.

LMPV dinilai Davy merepresentasikan mayoritas konsumen mobil di Indonesia yang menginginkan kapasitas penumpang 7 orang. Selain itu harganya lebih murah dibandingkan SUV. Namun LMPV dinilai memiliki ketangguhan SUV untuk menerobos jalanan Indonesia dengan kontur tidak selalu mulus dan kondisi geografis yang beragam.

Sedangkan LCGC yang tergolong city car memiliki keunggulan dalam hal efisiensi dengan harga beli yang relative murah bagi konsumen.

“Di city car LCGC akan tumbuh sekitar 2%. Konsumen perlahan bergeser ke mesin yang lebih kecil, irit bahan bakar dan harga murah. Kalau segmen lain kontribusinya saya rasa tidak akan jauh berbeda. Setiap segmen sudah punya pasar masing-masing,” ujarnya.

Tag : otomotif
Editor : Bambang Supriyanto
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top