Wah, Harga Toyota Agya Naik Sekitar Rp3 Juta

Setelah mendapatkan surat resmi dari pemerintah terkait perubahan plafon harga, Toyota Agya naik 3%
Lingga Sukatma Wiangga | 02 Oktober 2014 06:04 WIB
Toyota Agya - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA—Setelah mendapatkan surat resmi dari pemerintah terkait perubahan plafon harga, Toyota Agya naik 3%.

Direktur Pemasaran PT Toyota Astra Motor (TAM) Rahmat Samulo mengatakan pihaknya sudah mendapatkan restu dari pemerintah untuk menaikan plafon harga kendaraan low cost green car (LCGC) sebesar 6,6%.

Kenaikan tersebut dinyatakan Rahmat dilakukan secara bertahap. Hal ini dilakukan karena mempertimbangkan daya beli konsumen di segmen tersebut.

“Per hari ini [Rabu, 1/10/2014] Agya naik 3%. Kenaikan ini kami pertimbangkan bukan sekedar faktor inflasi, kami pun melakukan penambahan spesifikasi,” katanya pada Rabu (1/10).

Menurut Rahmat, kenaikan harga ada pada kisaran kurang lebih Rp3 juta rupiah per unit. Agya yang dipasarkan Toyota saat ini terdiri dari enam varian berbeda. Harga lama Agya E A/T Rp110.750.000, Agya TRD S M/T Rp111.650.000, Agya G A/T Rp116.750.000, Agya TRD S A/T Rp121.250.000, Agya G M/T Rp107.150.000, Agya E M/T Rp100.350.000 on the road Jakarta.

Dari pantauan Bisnis pada situs Toyota Astra, harga tersebut belum diubah. Sedangkan untuk penambahan spesifikasi, Rahmat mengatakan dilakukan hanya pada varian tertentu. Namun dia tidak menyebutnya secara pasti.

Spesifikasi yang ditambah adalah wiper belakang, speaker belakang, serta speedo meter yang dilengkapi eco meter untuk mengukur efisiensi penggunaan bahan bakar. Rahmat mengatakan, kenaikan hingga 6,6% akan dilakukan melihat kesesuain waktu terhadap daya beli masyarakat.

Dari informasi yang dirangkum Bisnis, konsumen melakukan pembelian kendaraan karena isu kenaikan bahan bakar kencang berhembus. Selain itu, dalam waktu dekat kenaikan pajak progresif kendaraan pun akan segera diberlakukan.

“Kami mempertimbangkan daya beli masyarakat melihat penerimaan terhadap kenaikan harga tersebut. Kami tidak mengambil kenaikan hingga batas maksimal, harus ambil kebijakan pada timing yang pas terhadap penyesuaian tadi,” kata dia.

Menurut dia, kenaikan sebesar kurang lebih Rp3 juta merupakan level harga yang bisa diterima konsumen di segmen LCGC. Rahmat pun yakin kenaikan harga sebesar itu tidak akan mempengaruhi penjualan secara signifikan.

Sebagai gambaran, Agya pada periode Januari-Agustus 2014 terjual 46.399 unit, dari total pasar LCGC yang mencapai 113.752 unit. Agya berkontribusi sekitar 16,4% terhadap penjualan Toyota yang mencapai 282.593 unit pada periode yang sama.

“Kami rasa dengan kenaikan kurang lebih Rp3 juta merupakan level yang masih bisa diterima oleh konsumen di segmen LCGC. Sehingga kami berharap kenaikan tersebut tidak mengganggu volume penjualan ke depan,” ucap Rahmat.

Tag : otomotif, ayla, agya
Editor : Setyardi Widodo
KOMENTAR


0 Komentar
Urut berdasarkan

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top