Kamis, 24 April 2014 RSS Feed Videos Photos ePaper English Version

DAIHATSU Genjot Lagi Penjualan Mobil Murah Ayla

Hery Lazuardi   -   Kamis, 13 Juni 2013, 05:19 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA—Daihatsu akan menggenjot kembali penjualan Ayla, setelah kehilangan sekitar 6.000 unit pesanan akibat molornya aturan mengenai mobil murah dan ramah lingkungan.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah menandatangani Peraturan Pemerintah No. 41/2013 pada 23 Mei 2013 terkait dengan insentif pajak bagi low cost and green car (LCGC) itu.

“Sekarang kami mau retake lagi penjualan Ayla. Sebenarnya pesanan Ayla sudah mencapai 10.000 unit, tetapi sebagian konsumen ganti ke modal lain karena aturan itu tidak kunjung terbit,” kata CEO PT Astra International Tbk-Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) Suparno Djasmin, Rabu (12/6/2013).

AI-DSO merupakan diler utama Daihatsu, yang kini mengoperasikan 199 outlet di seluruh Indonesia.

Posisi terakhir sebelum aturan LCGC terbit, menurut Suparno, jumlah pesanan Ayla tinggal sekitar 4.000 unit. Artinya, 6.000 unit pesanan telah dibatalkan atau dialihkan ke model Daihatsu yang lain.

Dia optimistis pesanan Ayla meningkat lagi, terutama di daerah, karena mobil itu memang ditungu-tunggu oleh masyarakat.  

Selain murah, teknologi mesin Ayla relatif mutakhir sehingga mampu menekan konsumsi bahan bakar minyak secara signifikan.

“Kami yakin, kalau kondisi sudah normal dan aturannya benar-benar jalan, penjualan Ayla bisa mencapai 2.500—3.000 unit per bulan,” kata Suparno.

Mengenai jadwal pengiriman Ayla ke konsumen, dia mengatakan bisa diupayakan sebelum Lebaran apabila mobil itu sudah mendapatkan kepastian insentif pajak dari pemerintah.


Editor : Hery Lazuardi

Berlangganan Epaper Bisnis Indonesia Cuma Rp10 Juta Seumur Hidup, Mau? Klik disini!
 

Bisnis Indonesia Writing Contest berhadiah utama Mobil Daihatsu Ayla mulai menayangkan tulisan peserta 1 April 2014. Ayo “Vote & Share” sebanyak-banyaknya DI SINI.

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.