Jum'at, 28 November 2014 RSS Feed Bisnis TV Photos ePaper Indonesia Business Daily

MOBIL MURAH: Peluncuran Ayla&Agya Masih Terkendala Regulasi LCGC

Emanuel Tome Hayon   -   Rabu, 15 Mei 2013, 23:19 WIB

BERITA TERKAIT

BISNIS.COM, JAKARTA-PT Astra Daihatsu Motor masih menanti keluarnya regulasi pemerintah terkait mobil murah dan ramah lingkungan (low cost green car/LCGC) yang sampai saat ini belum keluar. Akibatnya dua produk terbaru yakni Ayla dan Agya belum bisa diluncurkan.

Presiden Direktur ADM Sudirman Maman Rusdi mengatakan kedua produk mobil murah dan ramah lingkungan itu masih menanti kebijakan pemerintah terkait regulasi kendaraan murah dan ramah lingkungan.

"Sampai saat ini kami belum bisa memastikan kapan peluncuran produk tersebut, tergantung kepada regulasi pemerintah," kaanya saat launching produk baru Daihatsu Xenia, Rabu (15/5/2013).

 

Dia mengungkapkan saat ini rancangan regulasi itu  sudah sampai di kantor Presiden. Hanya saja, masih ada yang perlu dikoreksi khususnya mengenai pengaturan harga.

 

Sampai sejauh ini, paparnya, Ayla sudah dipesan sebanyak 10.000 unit, sedangkan Agya mencapai 25.000 unit.Direncanakan penjualan tahap awal itu ditargetkan mencapai 100.000 unit. Namun jika  regulasi LCGC keluar pada pertengahan tahun maka dipastikan targetnya berkisar 50.000 unit saja.

"Khusus untuk Ayla produk itu dibanderol senilai Rp 80.000. Sementara itu untuk cicilan, diprediksikan bisa senilai Rp 1,7 juta-Rp 1,8 juta/bulan". (33/yus)

 


Source : Emanuel Tome Hayon

Editor : Yusran Yunus

Ikuti berita Bisnis.com melalui smartphone Android dengan aplikasi Android Apps Bisnis.com. Download di Google Play!
 
Beli Buku, Data, ePaper, Indonesia Business Daily bisa dengan kartu kredit. Klik di sini!
Reader's Choice: Pilih Topik menarik untuk Diulas oleh Harian Bisnis Indonesia. Klik di sini!

Layak Disimak

Comments :

DISCLAIMER:

Komentar yang tampil menjadi tanggungjawab sepenuhnya pengirim, bukan merupakan pendapat atau kebijakan redaksi BISNIS.com. Redaksi berhak menghapuskan dan atau menutup akses bagi pengirim komentar yang dianggap tidak etis, berisi fitnah, atau diskriminasi suku, agama, ras dan antargolongan.